Sabtu, 14 Januari 2017

IoT Products Expo

Smart Gallon

Smart Gallon merupakan produk yang dikembangkan oleh DycodeX untuk mempermudah penghuni bangunan (rumah maupun kantor) dalam memantau dan mengelola penggunaan air minum di dispenser dalam jumlah yang banyak melalui cloud dan aplikasi ponsel pintar. Dengan adanya Gallon, kebakaran dispenser yang biasanya terjadi karena air minum yang terpasang sudah kosong dapat dihindarkan dengan menggunakan bantuan dari petugas akan mendapatkan notifikasi via SMS atau aplikasi apabila isi galon air minum telah menipis.

Allegra

Allegra merupakan perangkat IoT yang dapat melakukan cetak foto secara otomatis ketika pengguna melakukan tweet atau menunggah foto di Instagram dengan menggunakan hashtagyang telah ditentukan. Pada acara Bandung IoT Developer Day Episode 1, Dycode telah memprogram agar Allegra dapat langsung melakukan cetak foto secara otomatis apabila ada yang menggunakan hashtag #BDGIoTDevDay. Selain itu, diharapkan akun Instagram yang dimiliki oleh peserta tidak dikunci agar memudahkan dalam pengambilan fotonya.

Dayter

Dayter merupakan Smartdocking System yang berfungsi sebagai alat ukur multifungsi yang dirancang dengan memiliki tiga fitur utama seperti mengukur berat badan, suhu tubuh, dan detak jantung. Perangkat Dayter ini dengan mudah memberikan laporan untuk setiap perubahan berat badan, suhu tubuh dan detak jantung.
Selain itu, Dayter akan memberikan hasil pengukuran berat badan apakah termasuk dalam status kurus, normal, gemuk, atau obesitas. Pada aplikasi Dayter yang tersedia pada sistem operasi Android, terdapat tips-tips seputar kesehatan untuk membantu dan memudahkan dalam menangani permasalahan kesehatan.

IndisBuilding

IndisBuilding mempunyai banyak produk IoT, salah satu produk utamanya adalah IndiBEMS (Indi Building and Energy Management System) yang mempunyai tiga produk diantaranya Energy Monitoring, Access Control, dan Building Automation. Energy Monitoring dapat mengetahui penggunaan energi di rumah atau di gedung perkantoran.
Untuk kendali akses, nantinya pengguna dapat membuka pintu melalui ponsel pintar atau kartu identitasnya. Build Automation memungkinkan penggunanya dapat mengontrol seisi rumah atau gedung hanya dengan satu sentuhan tangan dari ponsel pintar.
Pada IoT Products Expo ini, IndisBuilding memperkenalkan produk IoT salah satunya adalah Smart Door Access Control yang merupakan perangkat yang bisa berguna untuk membuka atau mengunci pintu melalui ponsel pintar yang terkoneksi dengan internet.
Hal yang menarik lainnya adalah ketika pintu dipaksa untuk dibuka, maka akan ada alarm yang berbunyi. Ini untuk menghindari maling yang ingin masuk ke dalam rumah. Selain melalui aplikasi Android, pengguna juga bisa mencobanya melalui tautan platform.indisbuilding.net .

Monitoring Server Room

Merupakan alat untuk mengontrol dan memantau suhu maupun kelembaban pada ruangserver . Selain itu, dapat juga memantau pemakaian arus listrik tegangan PLN. Selain itu, pengguna dapat mematikan alat yang ada pada ruang server ketika terjadi hujan atau petir melalui aplikasi Android maupun iOS dengan menggunakan aplikasi dari Blyk.cc. Sehingga perangkat IoT ini diharapkan menjadi solusi pengamanan alat. Informasi lebih detail mengenai perangkat IoT ini bisa diakses pada laman hasanbasri.id.

Smart Drive Assistence (SDA)

Perangkat IoT ini dikembangkan oleh ASCA yang merupakan sebuah asisten berkendara yang terdiri dari gabungan proyek sebelumnya, Smart Monitoring Fuel dan Smart SOS System yang dilengkapi dengan pelacakan posisi pengendara motor. Perangkat IoT ini bisa memberikan informasi bahan bakar yang tersedia, estimasi jarak maksimun yang ditempuh berdasarkan jumlah bahan bakar. Dilengkapi dengan alarm pengingat ketika bahan bakar mulai habis.
Selain itu, alat ini dapat memberikan navigasi menuju lokasi SPBU terdekat. Jika terjadi kecelakaan pada pengendara motor, alat ini akan memberikan SMS darurat kepada keluarga, rumah sakit, dan kantor polisi terdekat. Ada hal menarik lainnya, pada alat ini dilengkapi juga fitur tombol darurat yang berguna ketika pengendara motor sedang dalam keadaan darurat seperti terjadinya pembegalan motor.

HajiUmroh

HajiUmroh merupakan salah satu aplikasi Android yang dikembangkan oleh X-igent yang berguna untuk mencari jemaah haji yang tersesat ketika melaksanakan ibadah haji di Mekkah. Dengan aplikasi ini jemaah haji akan dipantau setiap 10 menit sehingga akan terlacak kemana perginya jamaah haji tersebut.
Aplikasi ini terdiri dari dua jenis dimana yang pertama untuk jemaah haji dan kedua untuk pemandu hajinya. Pemandu haji dapat memantau jemaah hajinya yang keluar batas area aman melalui aplikasi.
Selain dalam bentuk aplikasi, HajiUmroh tersedia juga dalam alat yang berbentuk kotak persegi panjang yang ditujukan untuk jemaah haji yang sudah berumur sehingga tidak perlu repot dengan aplikasi dimana jemaah hanya tinggal membawa alat tersebut ketika melaksanakan ibadah haji. Selain itu, aplikasi ini sedang dikembangkan dalam bentuk wearable agar lebih mudah dipakai.

VIP- Virtual Park

Virtual Park merupakan alat yang bisa membuat taman menjadi hidup. Alat ini dapat mendeteksi ketika tanah di taman mengalami kekeringan sehingga akan memberikan pemberitahuan kepada penjaga taman agar disiram. Jika penjaga taman sedang berada di area taman, penjaga bisa membuka kran air menggunakan aplikasi VIP Control dengan koneksi Bluetooth. Tetapi, jika penjaga sedang berada jauh dari taman bisa menyiram taman menggunakan koneksi internet.
Selain itu, alat ini juga bisa menarik daya pengunjung taman. Dengan adanya sensor suhu, alat ini bisa mendeteksi suhu taman yang lagi nyaman untuk dikunjungi, sehingga secara otomatis bisa berbagi informasi pada media sosial seperti Twitter, Facebook, dan lain-lain.

Gadgeteer

Biasanya para makers atau developer lebih cenderung mengenal Raspberry dan Arduino. Hasil penemuan dari Microsoft Research di UK, akhirnya berhasil menciptakan Gadgeteer yang merupakan tools untuk mempercepat pembuatan perangkat IoT atau melakukan prototypingaplikasi berbasis IoT dengan sangat cepat.
Gadgeteer ini memakai socket base untuk menghubungkan antara board, microcontroller, dan modul-modulnya. Selain itu dengan Gadgeteer, makers dapat membuat desain terlebih dahulu dan memvalidasinya sebelum membuat perangkat IoT atau melakukan pemrograman pada Visual Studio dengan menggunakan bahasa pemrograman .Net.
Karena Gadgeteer di Indonesia  ini masih sangat jarang maka Muhammad Ibnu Fadhil ingin membawa Gadgeteer ini masuk ke pasarnya IoT di Indonesia. Fadhil berharap di Indonesia banyak yang tertarik dengan Gadgeteer ini. Selain untuk mempercepat pembuatan perangkat IoT, para makers atau developer akan lebih terfokus pada logika pembuatan aplikasinya.

Kamis, 05 Januari 2017

SEORANG GURU BIJAK DAN 3 MURIDNYA

KISAH SEORANG GURU BIJAK

Disebuah desa, tinggal seorang guru bijak yang sudah tua, Dia mencari seseorang yang dapat menggantikannya untuk dapat meneruskan menjadi seorang guru untuk mengajari kebaikan bagi murid muridnya. Ada 3 murid terbaik yang dipilih untuk menjadi calon penggantinya.
Dalam memilih siapa yang pantas untuk menggantikan guru bijak tersebut, Ke 3 murid tersebut di beri tantangan oleh sang guru untuk menjawab sebuah pertanyaan. Pertanyaan tersebut ialah“Apakah makna kekayaan bagi manusia?”
Untuk menjawab pertanyaan itu, sang guru kemudian mempersilahkan ke 3 muridnya tersebut untuk pergi berkelana mencari jawaban dari pertanyaan tersebut.
Setelah 3 tahun pergi merantau naik turun gunung melewati kampung ke kampung dan juga dari kota ke kota untuk mencari sebuah jawaban yang diberikan oleh gurunya, ke 3 murid akhirnya kembali. Karena kini sudah tiba bagi para murid tersebut untuk menjawab pertanyaan dari sang guru.
Kemudian sang guru mempersilakan kepada muridnya satu persatu untuk memberikan jawaban dari pertanyaan yang sudah diberikan.

JAWABAN MURID PERTAMA

Murid pertama menjawab: “Wahai guruku, setelah 3 tahun muridmu ini merantau, Menurutku jawaban dari makna kekayaan bagi manusia adalah akar dari kejahatan. Dalam perjalanan, saya banyak menjumpai banyak manusia yang rela melakukan berbagai hal untuk memperoleh kekayaan. Mereka banyak melakukan kejahatan dengan kecurangan, melakukan tipu muslihat, perampokan bahkan mereka tega melakukan pembunuhan untuk dapat memperoleh kekayaan. Dan bahkan setelah mereka meraih kekayaan, banyak dari mereka kemudian menggunakan kekayaan yang didapat tersebut untuk melakukan berbagai perbuatan yang tidak baik. Banyak dari mereka menggunakan kekayaan tersebut untuk berjudi, mabuk-mabukan serta berzina. Wahai guruku menurut kesimpulan dari pengamatan saya tidak ada kebaikan sedikitpun dari kekayaan”.
Sang Guru: “Oh pengamatanmu sungguh sangat menarik sekali muridku. Lalu bagaimana menurutmu apa yang seharusnya kita lakukan?”
Murid Pertama: “Menurut pendapatku manusia harus menjauhkan diri dari kekayaan karena kekayaan adalah sumber dari kejahatan. Agar diri kita dapat selalu dekat dan juga ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita harus hidup jauh dari kekayaan. Kita harus selalu dekatkan diri kita kepada Yang Maha Esa dan tinggalkan lah ikatan keduniawian seperti kekayaan. Karena kita perlu memurnikan hati kita dengan meninggalkan hal-hal yang dapat membuat hati kita berpaling kepada selain Tuhan Yang Maha Esa.”
Sang Guru tersenyum dan kemudian berkata: “Engkau sungguh memiliki kemuliaan wahai muridku. Aku bangga padamu.”
Sang Guru : “Murid kedua! sekarang giliranmu, apa jawabanmu tentang makna kekayaan bagi manusi?”

JAWABAN MURID KEDUA

Murid Kedua menjawab, “Murid Mohon maaf Guru, Saya memiliki pendapat berbeda dengan yang disampaikan murid pertama. Selama perjalananku, Saya telah banyak berjumpa dengan raja dan juga saudagar kaya mereka sungguh dermawan guru. Mereka menggunakan kekayaan mereka untuk membangun tempat ibadah, menyantuni anak yatim, mereka memberi makanan serta membangun tempat tinggal untuk orang miskin dan mereka juga menolong orang orang yang sedang kesusahan. Mereka telah mencari kekayaan yang sangat banyak, kemudian kekayaan tersebut digunakan untuk melakukan kebaikkan kebanyak orang. Jadi menurut kesimpulan saya, bahwa kekayaan merupakan sumber dari kebaikan, karena dengan kekayaan dapat membuat manusia membawa kebaikan untuk dapat memberi serta membantu orang orang yang sedang mengalami kesusahan.”
Sang Guru: “Sungguh pengamatan yang luar biasa muridku. Lalu menurutmu apa yang seharusnya dapat kita lakukan?”
Murid Kedua: “Menurutku mencari kekayaan itu penting untuk manusia. Karena ketika kekayaan sudah didapat oleh manusia, maka tentu manusia bisa menjalani kehidupan yang lebih baik, dengan kekayaan tersebut dia dapat melakukan hal hal yang baik, ia dapat menyekolahkan anaknya agar memperolah pendidikan yang baik, Dia juga dapat beribadah dengan tenang tanpa harus memikirkan kekurangan uang untuk makan keluarganya, Ia juga dapat pergunakan uang tersebut untuk menolong keluarga, bersedekah dan juga membantu sesama manusia yang sedang membutuhkan. Oleh karena itu manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru. Kita harus berupaya dengan segenap kemampuan agar manusia bisa memperoleh kekayaan serta terbebas dari kemiskinan. Itulah pendapatku, Guru!
Sang Guru tersenyum dan berkata: “Engkau merupakan samudera kebijaksanaan wahai muridku. Aku sungguh bangga kepadamu!”
Sang Guru kemudian berpaling ke Murid Ketiga:
“Murid ketiga! Sekarang giliranmu, Bagaimana menurutmu tentang makna kekayaan bagi manusia?”

JAWABAN MURID KETIGA

Murid Ketiga pun bercerita, “Guru, selama merantau diperjalanan aku telah berjumpa dengan banyak orang kaya yang baik hati, akan tetapi banyak juga orang kaya yang jahat. Murid juga bertemu dengan orang miskin yang baik hati, akan tetapi banyak juga orang miskin yang jahat. Murid juga berjumpa dengan orang kaya yang taat beribadah dan juga selalu ingat pada Tuhan nya, akan tetapi ada juga orang kaya yang lupa dengan Tuhan. Seperti halnya orang kaya, murid juga banyak bertemu orang miskin yang selalu ingat pada Tuhan, tetapi ada juga orang miskin yang melupakan Tuhan nya.
Sang Guru tersenyum: “Jadi apa maksudmu muridku, apa makna kekayaan bagi manusia?”
Murid Ketiga: “Menurut pendapatku, ternyata kekayaan hanyalah sekedar alat. Karena pada dasarnya semuanya akan kembali kepada manusia itu sendiri. Manusia yang memiliki tujuan hidup yang baik, tentu akan menggunakan kekayaan tersebut sebagai alat untuk ia mewujudkan kebaikan. Dan sebaliknya, ketika manusia tidak memiliki tujuan yang tidak baik, maka kekayaannya akan digunakan untuk hal hal yang tidak baik juga. Demikian maksud murid, Guru.”
Sang Guru: “Lalu menurutmu apa yang seharusnya dilakukan?”
Murid Ketiga: “Manusia haruslah mengetahui kemana ia akan menuju. Dengan mengetahui kemana ia akan menuju, maka apapun yang dimilikinya di dunia ini merupakan sebuah alat, bukan tujuan. Termasuk kekayaan.”
Sang Guru: “Lalu hendak kemanakah manusia menuju?”
Murid Ketiga: “Manusia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu seharusnya kesanalah semua manusia menuju. Jika manusia sudah menyadari tujuannya, maka kekayaan yang dimiliki dapat menjadi kendaraannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Namun jika sebaliknya, maka tentu kekayaan juga dapat membuat manusia menjauh dari Tuhan Yang Maha Esa.”
Sang Guru tersenyum kemudian berkata: “Wahai Muridku, sungguh engkau merupakan sumber kebijaksanaan dan juga samudera pengetahuan.1 Sekarang engkau adalah Guru baru di perguruan ini.”
Dan serentak kedua murid lainnya, Memberi hormat pada Murid Ketiga yang sekarang terpilih menjadi guru baru diperguruannya.
Kisah Seorang Guru Bijak dan 3 muridnya ini sungguh memberikan pelajaran yang sangat penting bagi manusia, dari cerita ini kita mempelajari bahwa siapapun kita (Miskin, Kaya, Tua dan Muda), kita hanyalah manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Apa yang kita miliki didunia ini hanyalah sebuah titipan, kita boleh mencari kekayaan akan tetapi kita tidak boleh lupa siapa yang memberikan kita kehidupan. Semoga kisah ini bermanfaat, jangan lupa untuk membaca kisah inspirasi lainnya hanya di sipolos.com
Saya tidak tahu siapa yang membuat cerita tentang “Kisah Seorang Guru Bijak dan 3 muridnya” ini. cerita ini sudah banyak beredar di beberapa website. cerita ini sungguh memberikan banyak pelajaran bagi saya, oleh karena itu saya berfikir untuk membagikan cerita ini di sipolos.com, dan semoga artikel ini juga bermanfaat bagi seluruh pembaca.

SEORANG GURU BIJAK DAN TOPLES BESAR

Pada suatu ketika, seperti biasanya, murid-murid beliau datang dan berkumpul untuk mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh sang guru. Mereka datang satu persatu dan duduk dengan rapi dan tenang, serta memandang ke depan, dan siap untuk mendengar apa yang akan dikatakan atau disampaikan oleh sang guru.
Kemudian sang guru pun tiba, lalu beliau duduk di depan murid – muridnya. Beliau datang dengan membawa sebuah toples yang cukup besar, lalu disampingnya terdapat beberapa tumpuk batu yang memiliki warna kehitaman yang memiliki ukuran segenggaman tangan. Kemudian tanpa bicara sedikit pun, Beliau mengambil batu – batu itu dan kemudian satu persatu batu – batu tersebut di masukkan dengan hati-hati ke dalam sebuah toples kaca yang ia bawa. Kemudian ketika toples itu sudah penuh dengan batu hitam yang dimasukkan oleh sang guru tersebut, Lalu beliau berbalik dan menghadap ke murid – muridnya dan langsung bertanya.
“Apakah toples ini sudah penuh?”
Serentak murid – muridnya menjawab,
“Iya guru, Benar, toples itu sekarang sudah penuh”.
Tanpa berkata apapun, sang guru lalu memulai memasukkan kerikil – kerikil bulat berwarna merah yang memiliki ukuran lebih kecil dari batu sebelumnya ke dalam toples tersebut.Karena kerikil itu lebih kecil sehingga dapat masuk dan jatuh pada sela – sela batu hitam besar yang dimasukkan lebih awal. Kemudian Setelah semua kerikil itu sudah masuk kedalam toples, sang guru kembali berbalik kepada murid – muridnya, kemudian bertanya kembali.
“Apakah toples ini sudah penuh?”
Serentak murid – muridnya menjawab kembali,
“Iya guru, Benar, toples itu sekarang sudah penuh”.
Masih tanpa berkata apapun, kini sang guru telah mengambil satu wadah pasir yang halus, kemudian beliau memasukkan pasir halus tersebut ke dalam toples. Tentu dengan mudah pasir halus tersebut masuk memenuhi ruangan kosong dari kerikil merah dan juga batu hitam. Setelah pasir halus itu semuanya masuk, sang guru kembali berbalik dan bertanya lagi ke para muridnya.
“Apakah toples ini sudah penuh?”
Karena para murid sudah salah dua kali, kali ini murid murid itu tidak terlalu percaya diri untuk menjawab pertanyaan dari guru mereka. Akan tetapi karena terlihat bahwa pasir halus tersebut jelas sudah memenuhi sela – sela dari kerikil dan batu yag sudah dimasukkan ke dalam toples, membuatnya sudah terlihat tampak penuh. Walaupun agak sedikit ragu beberapa dari murid itu ada yang mengangguk dan menjawab,
“Iya guru, Kali benar, toples itu memang sudah penuh”.
Ternyata tetap tanpa berkata apapun lagi, Sang guru kembali berbalik, kali ini dia mengambil sebuah tempayan yang berisi air, Kemudian beliau menuangkan air itu dengan hati – hati ke dalam toples besar yang sudah terisi oleh batu besar hitam, krikil dan juga pasir tadi. Dan ketika air sudah mencapai di bibir toples,Sang guru kembali berbalik kepada para murid, dan bertanya kembali
“Apakah toplesnya sudah penuh?”
Saat itu kebanyakan para murid lebih memilih untuk diam, akan tetapi ada dua sampai tiga orang yang memberanikan diri untuk menjawab,
“Iya guru” jawab sedikit murid tersebut.
Ternyata tetap sang guru masih belum berkata apapun, beliau malah mengambil satu kantong garam halus. Kemudian beliau menaburkan sedikit – sedikit serta hati-hati memasukkan garam –garam itu diatas permukaan air, dan garam halus itu pun sedikit demi sedikit larut, dituangkannya sekantong garam tersebut sampai habis dan garam – garam itu juga larut kedalam air. Sang guru kembali menghadap kepada murid-muridnya, dan kembali, bertanya, “Apakah toplesnya tersebut sudah penuh?”
Saat itu semua murid berdiam diri tanpa menjawab apapun. Hingga akhirnya ada seorang murid yang memberanikan diri untuk menjawab.
“Iya guru, toples itu sekarang sudah penuh”.
Sang guru akhirnya menjawab, “Iya benar, toples ini sekarang sudah penuh”.
Beliau kemudian melanjutkan ucapannya,
“Sebuah cerita selalu memiliki banyak makna, dan setiap dari kalian telah memahami banyak hal dari demonstrasi ini. Diskusikan dengan tenang sesama kalian, apa hikmah yang kalian punya. Berapa banyak hikmah berbeda yang dapat kalian temukan dan kalian ambil darinya.”
Murid-murid kemudian memandang sang guru, dan juga memandang toples yang sekarang sudah berisi penuh dan juga memiliki berbagai warna, ada warna hitam, merah, ada juga pasir, air, dan juga garam. Kemudian dengan cukup tenang mereka berbisik ( mendiskusikan ) dengan para murid lainnya. Kemudian setelah beberapa menit sang guru lalu mengangkat tangannya, dan seluruh ruangan pun terdiam. Beliau lalu berkata,
“Selalu ingatlah bahwa tidak pernah ada hanya satu interpretasi dari segalanya. Kalian sudah mengambil semua hikmah dan juga pesan dari cerita, dan setiap hikmah, sama pentingnya dengan yang lain” Setelah berkata seperti itu kemudian tanpa berkata-kata lagi, sang guru bijak itu bangkit dan meninggalkan ruangan.
Dari cerita motivasi hidup guru bijak dan toples besar diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam menilai sesuatu tidak dapat disimpulkan atau dikatakan benar jika hanya memandang dari satu sudut pandang. seperti cerita motivasi diatas. jika melihat dari sisi batu besar hitam, memang benar toples itu sudah penuh jika dimasukkan batu besar hitam lainnya. tapi jika dimasukkan dengan batu yang lebih kecil (batu krikil) ternyata toples itu masih belum penuh dan masih bisa dimasukkan lagi. begitu seterusnya. jadi untuk menyimpulkan suatu peristiwa atau apapun itu, kita harus melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda agar dapat mengambil kesimpulan yang benar -benar bisa di pertanggung jawabkan.
Semoga cerita motivasi hidup guru bijak dan toples besar ini, dapat memberikan kita inspirasi dan motivasi dalam mengambil sebuah keputusan didalam kehidupan kita.
-Salam hangat untuk kalian semua dari sipolos.com sampai jumpa pada cerita motivasi hidup lainnya dan Sukses untuk kita semua . ^_^

Guru Bijaksana Yang Merubah Murid Bodoh Menjadi Pintar

Kisah Inspiratif

Seorang guru bahasa arab pengganti memasuki ruangan kelas di sebuah Madrasah Ibtidaiyyah. Ia menggantikan guru pelajaran itu sampai akhir semester ini.
Ia memulai pembelajaran dikelas itu, ketika ia bertanya pada seorang murid laki-laki yang duduk di bangku depan, ia bingung karena tiba-tiba suasana kelas menjadi riuh … murid-murid lain tertawa tanpa sebab.
Karena sudah kenyang dengan pengalaman mengajar, ia faham betul, pastilah ada sesuatu yang ditertawakan oleh anak-anak dikelas itu pada diri anak laki-laki yang ditanya olehnya tadi.
Setelah diselidiki ternyata anak laki-laki itu dikenal sebagai murid yang paling bodoh di kelas itu … teman-teman nya begitu meremehkannya sehingga sering mengolok-olok dan mentertawakannya.
Suatu hari seusai pelajaran ia memanggil murid yang dianggap bodoh itu setelah seluruh teman-teman nya pulang. Ia berkata sambil memberikan secarik kertas :
“Hafalkan baik-baik bait-bait syair yang ada di kertas ini … harus hafal betul dan ingat jangan engkau beritahukan kepada teman-teman mu … siapapun !”
Murid itu mengangguk patuh. Seminggu kemudian, guru menyampaikan pelajaran baru dikelas itu, ia menulis syair di papan tulis … menerangkannya dan membacakannya berulang-ulang, setelah itu ia berkata ;
“Nah sekarang siapa yang hafal bait-bait syair ini ??”
tanyanya sambil perlahan ia menghapus tulisan syair itu di papan tulis … tak seorang muridpun mengangkat tangan … kecuali murid yang dikenal bodoh oleh teman-teman nya itu , perlahan malu-malu ia berdiri dan menghafalkan bait-bait syair itu …
Hafalan yang lancar sekali … teman-teman nya yang biasa mengolok-olok dan mentertawakan, semua terkejut dan terdiam … Guru itu memujinya dan menyuruh teman-teman nya untuk bertepuk tangan menghormatinya…
Demikianlah …. berulang kali guru bahasa arab ini memberikan kertas hafalan-hafalan kepada si murid bodoh itu … tertawaan dan cemoohan teman-teman nya kini berubah menjadi kekaguman padanya.
Hal ini mendorong perubahan besar pada jiwa si murid itu. Ia mulai percaya diri dan meyakini bahwa dia tidak lah bodoh… Ia merasa mampu untuk bersaing dengan teman-teman sekelasnya … perubahan ini mendorongnya untuk semangat dan bersungguh-sungguh belajar di semua mata pelajaran.
Ketika ujian akhir tiba… murid ini berhasil lulus untuk setiap mata pelajaran… dengan nilai yang sangat memuaskan…
Si murid bodoh itu kini sedang mengejar gelar doktor di sebuah universitas ternama di kotanya.
Kisah ini dia tulis di sebuah koran sebagai pujian untuk gurunya … sebagai doa agar gurunya itu beroleh pahala dari ALLAH dan kebaikan karena jasa-jasa nya….
Saudaraku, manusia yang berteman dengan kita ada dua jenis. Yang satu jenis manusia yang membuka jalan kebaikan menutup jalan keburukan. Manusia jenis ini akan selalu memberi kita harapan, optimisme, menolong dan melapangkan.
Yang kedua jenis manusia yang membuka jalan keburukan menutup jalan kebaikan. Manusia jenis ini akan selalu memutus harapan dan cita-cita dari kita. Ia selalu menebar duri dan kerikil di jalan yang akan kita lalui berupa pesimisme, putus asa, curiga, buruk sangka, dan berbagai hal yang memadamkan semangat kita berkarya.
Semoga kita mampu mengambil hikmahnya…. nafa’ani wa iyyakum.